Senin, 11 Februari 2013
RAHASIA MUTIARA THARIQAT ANFASIYAH
Rabu, 16 Januari 2013
Kajian Tasawuf Lombok melalui bedah karya sastra kuno Takepan
Sufi Lombok: Untuk mengkaji kandungan takepan ini anda harus benar-benar berada ditingkat spiritual yang lebih tinggi supaya kandungan takepan yang sebenarnya dapat dipahami, dan terhindar dari salah tangkap yang akan menimbulkan fitnah. Untuk mencapai keadaan demikian anda harus mampu mematikan diri pandanglah diri YANG HAQ yang maha hidup dialah sumber segalanya, ingat bahasa manusia merupakan sumber fitnah dan kebohongan belaka belajarlah mendengarkan bahasa Allah, bergurulah kepadaNya.
Selasa, 01 Januari 2013
Mecari Diri
Annafs dari Allah adalah diri yang sejati. Awal penciftaan manusia adalah diciptakan jasad dari tanah oleh Allah lalu ditiupkan Annafs kedalam jasad lalu hiduplah adam. Penciftaan yang kedua seperti kehidupan nyata yang kita alami saat ini dari pernikahan bertemunya sperma dengan ovum lalu terbentuk segumpal daging setelah berumur 3 bulan ditiupkan annafs kedalam jabang bayi setelah 9 bulan 10 hari lahirlah manusia.
Kini lahirlah manusia baru dengan beberapa tingkat pertumbuhan dari anak anak dewasa hingga jadi orang tua. Dalam perjalanan hidup yang sangat singkat ini disibukkan oleh berbagai suka duka yang dihadapi seperti yang anda rasakan saat ini
Dari penomena singkat diatas jelas bahwa diri sejati kita telah dilupakan oleh berbagai masalah dunia sebagai contoh sibuk mencari kekayaan, kedudukan, menghadapi masalah baik rumah tangga, berorganisasi maupun dalam bermasyarakat.
Walaupun sekelumit masalah diatas dibarengi dengan ibadah namun jarang sekali orang sampai pada diri yang hak. Hanya terpaku pada perintah dan larangan Tuhan yaitu taat dan menyembah saja tak tau makana dari bersyariat sehingga tak ada yang sampai pada hakikat karena belum makrifat. Uraian ini perlu dikaji secara mendalam.
Rabu, 26 Desember 2012
AL HIKAM IBNU AL ATAILAH 68, 69. KETAATAN ADALAH KURNIAAN ALLAH S.W.T
DILARANG KEPADA ORANG YANG MASIH BERJALAN MENUJU ALLAH S.W.T DAN ORANG YANG TELAH SAMPAI KEPADA-NYA DARI MELIHAT KEPADA AMAL PERBUATAN MEREKA DAN AHWAL YANG MEREKA BERADA DI DALAMNYA. ORANG YANG MASIH DALAM PERJALANAN BELUM MENCAPAI KETEGUHAN BENAR BERSAMASAMA ALLAH S.W.T DALAM AMAL DAN AHWAL. ADA PUN ORANG YANG TELAH SAMPAI, TELAH DILENYAPKAN ALLAH S.W.T KESEDARANNYA KE DALAM PENYAKSIAN (MELIHAT-NYA), TIDAK LAGI MELIHAT KEPADA AMAL DAN AHWAL.
Hikmat 67 menghuraikan, hatilah yang menghadap atau membelakang, berdasarkan kedudukan kerohanian seseorang. Hati yang baharu keluar dari selimut kegelapan dan masuk kepadanya cahaya Nur Ilahi akan melahirkan sikap gemar melakukan ketaatan kepada Allah s.w.t. Kalau dahulu dia memaksa dirinya untuk beribadat, kini dia berasa mudah untuk beribadat dan tidak berasa berat walaupun banyak ibadat yang dilakukannya. Perubahan yang berlaku ini disedarinya dan dia sangat bergembira dengan perubahan tersebut. Kadangkadang dia membandingkan amal kebaikannya dengan amal kebaikan orang lain yang masih hanyut dalam kelalaian. Bertambah ketara kepadanya akan kekuatan dia melakukan ibadat. Bertambah pula kegembiraannya. Lahirnya perasaan demikian adalah kerana kuat azamnya untuk berjuang membuang sifat-sifat tercela dan menghidupkan sifat-sifat terpuji. Apabila dia melihat sifatsifat terpuji sudah menghiasi dirinya timbullah kegembiraannya kerana usahanya telah mengeluarkan hasil yang baik. Beginilah kesan yang muncul pada orang yang bersandar kepada usaha dan amalnya. Inilah yang selalu berlaku kepada orang yang masih diperingkat permulaan, sebelum hatinya mencapai kematangan.
Orang yang bersandar kepada usaha dan amalnya tidak dapat maju dalam bidang kerohanian. Jika dia mahu maju dalam perjalanannya dia hendaklahmengubah haluan pandangannya. Dia tidak boleh lagi memandang dari amalkepada Allah s.w.t, sebaliknya dia hendaklah memandang dari Allah s.w.tkepada amal. Dia tidak seharusnya melihat amal sebagai kenderaan yangmembawanya menuju Allah s.w.t, sebaliknya dia seharusnya melihat amal ituadalah tarikan dari Allah s.w.t agar dia dapat menuju kepada-Nya. Dia tidakseharusnya berasa gembira melihat amalnya membawanya hampir dengan Allahs.w.t, kerana penglihatan begini mengandungi tipu daya. Dia hendaklah melihatAllah s.w.t sahaja yang bertindak membawanya hampir dengan-Nya. Amal yanglahir daripadanya adalah kurniaan Allah s.w.t sebagai tanda bahawa diadipersiapkan untuk bertemu dengan Tuhannya. Inilah seharusnya membuat diabergembira. Allah s.w.t memberi peringatan tentang perkara ini dengan firman-Nya:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Dengan kurnia Allah dan dengan rahmat-Nya,maka dengan demikian seyogialah mereka bersukacita. Itulah yang lebih baikdaripada apa yang mereka kumpulkan”. ( Ayat 58 : Surah Yunus )
Dan jika tidaklah kerana limpah kurnia Allah dan belas kasihan-Nya kepadakamu, tentulah kamu (terbabas) menurut syaitan kecuali sedikit sahaja (iaituorang-orang yang teguh imannya dan luas ilmunya di antara kamu). ( Ayat 83 :Surah an-Nisaa’ )
Ayat di atas mengajak kita melihat bahawa diri kita tidak mempunyai sebarang daya dan upaya. Tidak bergerak sebesar zarah pun melainkan dengan izin Allah s.w.t. Segala-galanya datang dari Allah s.w.t. Allah s.w.t sahaja yang menciptakan segala sesuatu termasuklah amal kebaikan yang kita lakukan. Kita sendiri tidak mampu melakukan perbuatan baik itu. Apa juga kebaikan yang muncul dari kita adalah kurniaan Allah s.w.t kepada kita. Amal kebaikan itu adalah rahmat dari Allah s.w.t, bukan hasil usaha kita. Jadi, kita sepatutnyabergembira menerima rahmat-Nya tidak bergembira melihat diri kita berbuat kebaikan.
Satu lagi tipu daya yang halus yang sering mengganggu perjalanan seorangmurid adalah keinginan untuk mengetahui makam yang telah dicapainya. Diasuka mengintai-intai dirinya. Dia bertanya pada dirinya apakah hatinya sudahsuci bersih, apakah dia sudah mencapai martabat wali Allah, apakah dia sudahmenjadi Insan Kamil, apakah dia sudah mencapai makam bersatu dengan Allahs.w.t, apakah sudah ada kekeramatan pada dirinya dan lain-lain darjatkerohanian. Perkara yang seperti ini boleh mengganggu perjalanan kerohaniankerana ia menjuruskan perhatian kepada diri sendiri dan menambahkankekebalan hijab diri dan semakin menutup mata hati dari melihat kepada Allahs.w.t. Selagi dia ‘menghidupkan’ dirinya dalam kesedarannya selagi itulah diatidak dapat masuk ke Hadrat Allah s.w.t.
Orang yang mahu mencapai Allah s.w.t hendaklah terlebih dahulu mencapaimakam benar bersama-sama Allah s.w.t dalam amal dan ahwalnya. Hatinyasentiasa teguh bersama-sama Allah s.w.t, bukan bersama-sama dirinya,amalnya dan kedudukan kerohaniannya. Maksud dan tujuan hanyalah Allahs.w.t. Amal dan ahwal bukanlah tujuan tetapi hanya alat untuk menuju kepadatujuan. Orang yang telah sampai kepada matlamat memperolehi kedudukanbenar bersama Allah s.w.t. Akal, nafsu dan hati berada dalam suasana harmoni.
Apabila akal dan nafsu tidak lagi menghijab, maka mata hatinya menjadi celik dan dia masuk kepada penyaksian. Hatinya menyaksikan amal kebaikan yang keluar daripadanya adalah kurniaan Allah s.w.t, maka dia lenyap dalam perbuatan, takdir atau lakuan Allah s.w.t. Dia tidak lagi melihat kepada amal tersebut. Ahwal adalah tajalli Allah s.w.t kepada hamba-Nya. Apabila Allah s.w.t bertajalli, segala sesuatu binasa kecuali Wajah-Nya. Kesedaran si hamba hilangdalam penyaksian hakiki mata hati. Pandangan yang hakiki tidakmemperlihatkan amal dan ahwalnya. Dia hanya menyaksikan Allah s.w.t YangMaha Esa.
Ikuti juga Kajian Al Hikam DISINI
Rabu, 19 Desember 2012
Berihram Sebelum Sholat
Rabu, 01 Agustus 2012
Hakikat Puasa Kajian Sufi
Aku terlena dalam kelaparan dan kehausan
Karena cahayaMu kulewati kegelapan dunia
Zikir tak terucap menembus Arsy Allah
Puasa membuka hijab
Menembus alam rahasia
Banyak orang puasa salah tujuan
Karena melihat dari luar
Tak tahu maksud dan tujuan
Tujuan Allah hanya untuk dikenal
Dengan jalan ilmu diri yang haq
Ilmu yang haq ada dalam diri
Kamis, 17 Mei 2012
Nur Muhammad dan Teori Big Bang sebagai Awal Terciftanya Alam Semesta
Akhirnya dalam kesempatan ini saya mencoba membuktikan kebenaran Nurmuhammad (cahaya suci) sebagai awal penciftaan alam semesta beserta segala isinya dengan mengkaji sebuah teori ledakan bsar (big bang) yang beberapa tahun lalu ditemukan para ilmuan modern.
Dalam kajian tasauf, dalam proses ledakan besar itulah tercifta namanya tanah nurani, air nurani, udara nurani, api nurani yaitu segala yang tercifta dalam jagat raya ini terdiri dari unsur-unsur tersebut, kenapa dinamakan demikian karena segala yang tercifta berasal dari Nur (cahaya).
Bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' satu titik cahaya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari satu titik cahaya 'asap' yang homogen ini.
Allah menyatakan dalam firmanNya:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya :30)



